Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Sarimukti

Authors

  • Agna Nisa Maghfira Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Sofiy Khoirunnisa Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Syifa Rahmah Purnama Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Nazma Fathya Sutarjo Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Rismayani Rismayani Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Rezqya Aulia Azyuranie Muniroh Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Rifawasilah Erwanda Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Hanif Fajarudin Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Yoan Yuniar Erlangga Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Rendi Oktora Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Indra Budi Jaya Universitas Muhammadiyah Bandung

DOI:

https://doi.org/10.56910/wrd.v4i3.402

Keywords:

Aromatheraphy, Aromatheraphy Candles, Minyak Jelantah, Sarimukti Village, Waste

Abstract

Used cooking oil cannot be reused due to its changed physical and chemical structure, or commonly referred to as “minyak jelantah”. Repeated use of minyak jelantah can pose a risk of various diseases. Meanwhile, “minyak jelantah” is included in waste that is difficult to decompose if it is just thrown away. The utilization of used cooking oil into candles is a solution to this problem. Based on research using observation methods in Sarimukti Village residents, and experimental research methods and documentation, minyak jelantah waste can be reduced by being utilized into aromatherapy candles. Based on the organoleptic test, the results show that the color is not suitable, while the shape and smell are suitable based on the concentration of stearic acid and telon oil added. Based on the burn time, the more telon oil added, the faster the candle runs out.

References

Dumanauw, J., Maramis, R., Rindengan, E., & Gansalangi, G. (2022, November). Formulasi Lilin Aromaterapi Minyak Lavender (Oleum lavandala) Dan Minyak Mawar (Oleum rosa). In Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi (Vol. 1, No. 1, pp. 7-11).

Murhananto dan R. Aryasatyani. (2000). Membuat dan Mendekoras lilin. Puspa Swara, Jakarta.

Prabandari, S., & Febriyanti, R. (2017). Formulasi Dan Aktivitas Kombinasi Minyak Jeruk Dan Minyak Sereh Pada Sediaan Lilin Aromaterapi. Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 6(1).

Raharja, S., Setyaningsih, D., & Turnip, D. M. (2006). Pengaruh Perbedaan Komposisi Bahan, Konsentrasi dan Jenis Minyak Atsiri pada Pembuatan Lilin Aromaterapi. Jurnal Teknologi Pertanian, 1(2), 50-59.

Rusli, N., & Rerung, Y. W. R. (2018). Formulasi Sediaan Lilin Aromaterapi Sebagai Anti Nyamuk Dari Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth) Kombinasi Minyak Atsiri Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 4(1), 68-73.

Suryandari, E. T. (2016). Pelatihan pemurnian minyak jelantah dengan kulit pisang kepok (Musa paradisiacal, linn) untuk pedagang makanan di Pujasera Ngaliyan. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan, 14(1), 57-70.

Yuliani, D., Alfiyah, A., & Haryanto, M. I. (2022). UJI ORGANOLEPTIK DAN UJI HEDONIK PADA FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK MANDARIN (Citrus reticulata): Array. Pharmacy Peradaban Journal, 2(2), 59-65.

Published

2024-09-16

How to Cite

Agna Nisa Maghfira, Sofiy Khoirunnisa, Syifa Rahmah Purnama, Nazma Fathya Sutarjo, Rismayani Rismayani, Rezqya Aulia Azyuranie Muniroh, … Indra Budi Jaya. (2024). Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Sarimukti. Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin, 4(3), 224–233. https://doi.org/10.56910/wrd.v4i3.402