Sinergitas Wisata Gronjong Wariti dan Industri Kreatif Emping Melinjo dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.56910/gemawisata.v22i1.919Keywords:
Community Economy, Creative Industry, Gronjong Wariti Tourism, Synergy, Village TourismAbstract
Local economic development in the village is a major factor in sustainable development. This study aims to understand how tourism villages and creative industries can work together to improve the local community's economy. The method used is a qualitative research method with a descriptive approach. With in-depth techniques, data collection includes observation, interviews, and documentation studies. The results of this study indicate that the synergy between Gronjong Wariti tourism and the Emping Melinjo creative industry has great potential to improve the economy of the Mejono Village community in order to increase income, open job opportunities, and improve people's lives. However, there are several obstacles faced, including a lack of attention and support from the local government, minimal supporting facilities, low quality of human resources (HR), the use of simple production technology, and suboptimal promotion. The Emping Melinjo creative industry faces several serious challenges, such as limited quality raw materials, dependence on middlemen, and low public awareness of the village's potential. Relatively high product prices also reduce purchasing power. To address this, we need to strengthen marketing networks and seek more stable alternative sources of raw materials. Furthermore, business management is suboptimal. Therefore, strategies are needed to optimize this synergy, such as improving human resource quality, product quality, and promotion, enhancing management capabilities, developing supporting infrastructure, fostering product innovation, and developing a monitoring and evaluation system.
References
Ardhian Haq, M. I. (2023). Strategi pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif guna meningkatkan pendapatan masyarakat (Studi di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas). Repository UIN Saizu.
Da Mendez, M. R., Onang, Y., & Sujila, K. (2025). Strategi sinergi dan inovasi untuk pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Jurnal Nirta: Studi Inovasi, 4(2), 10–25.
Desa Wisata. (2025). Desa Wisata Adat: Sinergi budaya dan ekonomi di tengah pariwisata modern. https://desawisata.co.id/desa-wisata-adat-sinergi-budaya-dan-ekonomi-di-tengah-pariwisata-modern/
Duadji, N., & Meutia, I. F. (2021). Model kebijakan pengembangan industri pariwisata bahari melalui kebijakan kerjasama antar daerah di Provinsi Lampung: Sub judul tahun ke-3 kolaborasi model pentahelix dalam kebijakan pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Pesawaran.
Fitriana, R. (2017). Berkembangnya desa wisata sebagai daya tarik wisatawan dan dukungannya terhadap industri kreatif di daerah sekitar.
Handayani, E. (2021). Pengaruh wisata Desa Adat Osing terhadap peningkatan pendapatan keluarga masyarakat Kemiren Banyuwangi. Relasi, 17(2), 294–307. https://doi.org/10.31967/relasi.v17i2.488
Handini, Y. D. (2020). Pengembangan industri kreatif kafe kopi dalam meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Bondowoso. Journal of Tourism and Creativity, 4(1), 73–84. https://doi.org/10.19184/jtc.v4i1.14557
Hayati, H., Kusnarto, K., Sholihatin, S., & Aprilisanda, I. (2019). Pengembangan model kompetensi kewirausahaan pada industri kreatif untuk mendukung pariwisata desa berkelanjutan di Kota Batu. https://doi.org/10.33005/mebis.v4i1.53
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2022). Pengembangan industri kreatif di Indonesia.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2024). Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024/2025. https://tasransel.kemenparekraf.go.id/outlook-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-20242025/show
Mendez, M. R., Onang, Y., & Sujila, K. (2025). Sinergi antar-stakeholder dan penguasaan pemasaran digital dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan promosi wisata.
Perwirasari, D. N., & Sukmawati, A. M. A. (2020). Strategi pengembangan kawasan wisata berbasis industri kreatif di Kota Mojokerto. Jurnal Penataan Ruang, 95. https://doi.org/10.12962/j2716179X.v15i2.7653
Pitana, I. G., & Pitantri, P. D. (2023). Desa wisata dan wisatawan nusantara: Merajut ekonomi, budaya, dan lingkungan dalam pariwisata perdesaan. Penerbit.
Rakhilia, D., Zulia, S., & Salsabila, S. U. (2025, April). Strategi pengembangan daya saing wirausaha pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pendekatan inovasi, digitalisasi, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas. In Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) (Vol. 4, pp. 439–444).
Risty, F. I. N. (2024). Keterlibatan multistakeholders dalam mengembangkan produktivitas dan daya saing industri kreatif berbasis pariwisata. Journal of Tourism and Creativity, 8(2), 103–108. https://doi.org/10.19184/jtc.v8i2.47818
Sugianto, A. (2016). Kajian potensi desa wisata sebagai peningkatan ekonomi masyarakat Desa Karang Patihan Kecamatan Balong 1 Ponorogo. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 11(1), 56–64. https://doi.org/10.24269/ekuilibrium.v11i1.113
Universitas Airlangga. (2022). Pengelolaan usaha yang efektif untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 10(1), 1–8.
Universitas Brawijaya. (2021). Peran kesadaran diri dalam meningkatkan kinerja dan pengembangan desa. Jurnal Pembangunan Masyarakat, 9(2), 1–10.
Universitas Gadjah Mada. (2022). Strategi promosi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan penjualan produk. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 11(1), 1–12.
Universitas Indonesia. (2020). Investasi dalam sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 10(2), 1–10.
1_(1).jpg)





